Bagaimana Peristiwa Terjadinya Perang Dingin? Ini Penjelasannya!

Bagaimana Peristiwa Terjadinya Perang Dingin

Pada dasarnya, perang dingin merupakan sebuah istilah yang merujuk pada persaingan sengit setelah perang dunia yang kedua. Dimana perseteruan tersebut terjadi antara blok timur atau negara komunis dan juga blok barat atau negara non komunis. Blok timur sendiri diwakili oleh Uni Soviet sedangkan blok barat diwakili pihak Amerika Serikat. Dalam hal tersebut perang dingin bertujuan untuk memperebutkan hegemoni dalam berbagai macam bidang. Mulai dari bidang ekonomi, ideologi, dan juga politik. Tidak hanya itu saja, ternyata perang dingin tersebut juga ikut ditandai dengan keterlibatan pasukan militer yang dilengkapi dengan persenjataan nuklir maupun teknologi ruang angkasa baik itu milik Uni Soviet maupun Amerika Serikat.

 

Selain itu ternyata pemberian istilah perang dingin ini masih diperdebatkan oleh banyak orang. Bahkan secara hipotesis, istilah perang dingin tersebut pernah disinggung oleh seorang penulis terkenal yang tak lain adalah George Orwell di tahun 1945 silam. Namun meskipun begitu George Orwell tidak menyinggung secara langsung terkait pertikaian yang terjadi antara pihak Uni Soviet dan juga Amerika Serikat tadi.   Sedangkan Bernard Baruch yang merupakan salah seorang politisi Amerika Serikat turut menggunakan istilah perang dingin di tahun 1947 silam yang tepatnya pada bulan April. Di sisi lain, istilah perang dingin tersebut lalu menjadi semakin populer dan salah seorang jurnalis yang bernama Walter Lippmann menerbitkan sebuah tajuk tulisan berseri dalam surat kabar.  Dimana tulisan tersebut diberi judul The Cold War yang membahas mengenai perseteruan antara Uni Soviet dan juga Amerika Serikat.

 

Setelah perang dunia yang kedua usai di bulan Agustus 1945 silam, benih-benih perang dingin justru mulai tumbuh pada waktu itu. Hal ini dibuktikan dengan menegangnya hubungan antara pihak Uni Soviet dan juga Amerika Serikat. Awalnya hal tersebut dimulai dari keberhasilan sekutunya dalam membebaskan negara-negara Eropa yang diduduki oleh Jerman. Melalui peristiwa tersebut akhirnya pihak Uni Soviet terdorong untuk melakukan serangannya kepada negara-negara Eropa dari pendudukan Jerman itu tadi.  Untuk itu mau tak mau pihak Uni Soviet harus berpacu dengan sekutunya supaya bisa mendapatkan pengaruh ketika perang dunia yang kedua tersebut berakhir.

 

Justru hal tersebut yang menjadi penyebab timbulnya masalah antar negara Eropa satu sama lain. Dimana  sebelumnya  negara-negara Eropa tersebut berada di bawah   hegemoni Uni Soviet dan pengaruh Amerika Serikat. Seiring berjalannya waktu akhirnya ketegangan antara dua negara tersebut semakin memuncak setelah pihak Uni Soviet sendiri menduduki negara-negara Baltik. Beberapa diantaranya yaitu Lihuania, Estonia, dan juga Latvia. Perseteruan yang terjadi antara blok barat dan juga blok tibur tersebut juga kerap digambarkan dengan persaingan untuk memperebutkan pengaruh terhadap bangsa-bangsa di seluruh dunia.

 

Di sisi lain, para sejarawan pada saat itu belum mencapai kesepakatan bersama terkait kapan perang dingin tersebut akan dimulai. Namun ternyata beberapa diantaranya ada yang berpendapat bahwa pertemuan yang terjadi antara pimpinan Uni Soviet dan juga sekutunya  tersebut  merupakan awal terjadinya perang dingin. Dimana pertemuan itu tadi berlangsung pada  bulan Februari 1945  di konferensi Yalta. Joseph Stalin yang selaku pemimpin Uni Soviet secara blak-blakan menyatakan bahwa dirinya ingin menyebarkan ideologi komunis ke wilayah Eropa Timur dalam konferensi Yalta yang dihadirinya tersebut. Bahkan dirinya juga mempunyai hasrat untuk menyebarkan ideologi komunis tersebut ke negara Italia dan juga Perancis.

 

Dalam konteks global, istilah perang dingin tersebut menjadi begitu populer sampai saat ini. Hal tersebut tidak lain karena perlawanan secara langsung dalam praktinya tidak pernah terjadi. Baik itu dari pihak Uni Soviet sendiri maupun Amerika Serikat. Sehingga dapat dikatakan juga bahwa pergulatan yang terjadi antara blok barat dan juga blok timur tersebut tidak menjadi memanas. Namun meskipun begitu  apa yang terjadi antara pihak Uni Soviet dan juga Amerika Serikat ternyata penuh kecurigaan maupun ketidakpercayaan antara satu sama lain. Hal tersebut yang memicu terjadinya ketegangan yang mana semakin memuncak dan pada akhirnya akan dikhawatirkan menjurus ke perang dunia ketiga.

 

Dalam perang dingin tersebut, pihak Amerika Serikat dianggap melakukan  politik imperialisme. Dimana mereka berniat untuk mempengaruhi dunia menggunakan sistem politik itu tadi. Sedangkan pihak Uni Soviet sendiri dituduh menjalankan perluasan hegemoni terhadap beberapa negara demokrasi melalui ideologi komunisnya tersebut. Di samping itu ternyata siklus perang dingin tersebut juga mengalami serangkaian ketegangan yang pasang surut. Dengan kata lain meskipun masih banyak kalangan sejarawan yang memperdebatkan perang dingin tersebut namun mereka memprediksi tahun 1947 silam merupakan awal mulai periode perang dingin tersebut. Sedangkan berakhirnya perang dingin tersebut terjadi pada tanggal 25 Desember 1991 ketika pihak Uni Soviet telah bercerai berai. Begitulah serangkaian peristiwa mengenai perang dingin pada awal mulanya hingga berakhirnya, semoga dapat menambah wawasan Anda ya!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *