Ini Hal Yang Melatar Belakangi Terjadinya Perang Sipil Amerika Serikat

Ini Hal Yang Melatar Belakangi Terjadinya Perang Sipil Amerika Serikat

Ada banyak sekali alasan mengapa  Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang begitu termahsyur hampir di seluruh dunia. Tidak hanya dari segi teknologinya saja melainkan budaya pop modern, keberagaman penduduknya, popularitas tokohnya, pengaruhnya dalam sejarah dunia, dan lain sebagainya. Tetapi dibalik semua kehebatan yang dimiliki oleh Amerika Serikat ternyata ada sisi gelap yang dimilikinya dan tertuang dalam sejarah. Salah satu peristiwa mencekam tersebut tidak lain adalah Perang Sipil Amerika Serikat.

 

American Civil War alias Perang Sipil Amerika Serikat tersebut merupakan sebuah perang saudara yang mana terjadi pada tahun 1861 sampai dengan 1865. Lebih lanjut, perang saudara tersebut ternyata berlangsung antara Konfederasi Amerika Serikat atau Confederate States melawan pemerintah pusat Amerika Serikat atau lebih sering dikenal Union. Akibatnya banyak sekali korban yang berjatuhan karena Perang Sipil Amerika Serikat itu tadi. Dimana ada lebih dari setengah juta warga negara Amerika Serikat yang meninggal dunia. Di sisi lain kondisi Amerika Serikat di wilayah selatan mengalami kerusakan yang begitu parah.

 

Dalam sejarah peperangan dunia di era modern, ternyata Perang Sipil Amerika Serikat tersebut sangat berpengaruh. Hal ini tidak lain karena teknologi dan juga taktik yang digunakan oleh Amerika Serikat dalam peristiwa tersebut pada akhirnya ditiru oleh yang lainnya terlebih ketika terjadinya, salah satunya yaitu perang dunia yang pertama.  Sebagai tambahan informasi, ternyata Perang Sipil yang terjadi di wilayah Amerika Serikat tersebut merupakan kali pertama bagi mereka.  Dimana dulunya mereka menggunakan metode parit sebagai taktik perang dan juga bentuk pertahanan. Sedangkan teknologi modern di waktu itu tentunya sudah banyak digunakan ketika peperangan berlangsung. Bahkan berbagai macam teknologi seperti jalur kereta api, kapal uap, dan juga telegram sangat berperan penuh dalam menentukan proses maupun hasil akhirnya.

 

Awal mulanya di abad 19 silam Amerika Serikat terbagi menjadi dua wilayah berdasarkan kondisi sosial ekonominya sendiri. Dimana wilayah utara sendiri berada pada sektor infrastruktur dan juga industri modern yang begitu berkembang dengan pesat. Sedangkan wilayahnya yang berada di selatan cukup tertinggal karena masih menggantungkan mata pencahariannya pada sektor  pertanian saja. Bahkan ada banyak sekali orang yang memiliki kulit hitam di wilayah selatan dan kerap dipekerjakan sebagai budak oleh para petani kaya setempat.

 

Hal tersebut tidak lain untuk membantu menggarap lahan pertanian mereka sendiri tentunya. Dengan begitu dapat dikatakan juga bahwa warga negara Amerika Serikat yang ada di wilayah utara pastinya jauh lebih makmur dan juga liberal jika dibandingkan dengan orang-orang selatan yang kental akan budaya tradisi maupun lebih kolot. Akhirnya kondisi sosial yang terjadi di kedua wilayah tersebut memunculkan istilah baru yang tak lain slave states untuk negara budak dan juga free states sebutan negara bagian bebas.

 

Dengan demikian kritik dan penolakan tersebut mengakibatkan wilayah Amerika Serikat bagian utara dan selatan mengalami hubungan yang menegang antara satu sama lain. Bahkan di tahun 1819 ketegangan antara pihak utara dan selatan tersebut semakin memuncak ketika  wilayah Missouri akan menjadi  bagian baru dari negara Amerika Serikat. Dengan begitu masalah mulai datang karena terjadi perbedaan pendapat antara pihak selatan dan juga utara tadi. Dimana keduanya memperdebatkan apakah wilayah Missouri lebih baik diterima sebagai negara budak ataupun bagian bebas. Berdasarkan beberapa data penelitian, wilayah Amerika Serikat di wilayah utara pada saat itu jumlahnya mencapai 11 negara. Sedangkan wilayah Amerika Serikat di wilayah selatan pada saat itu jumlahnya juga mencapai 11 negara.

 

Dengan kata lain dulunya kedua wilayah tersebut mendapatkan perolehan jumlah yang sebanding namun karena kedatangan Missouri maka akhirnya semuanya menjadi semakin berantakan. Jika wilayah Missouri tersebut masuk ke negara bagian bebas atau wilayah utara maka nantinya mereka akan menjadi kubu mayoritas. Dimana nantinya dalam segi parlemen nasional dapat membahayakan kepentingan dari wilayah selatan sendiri yang tak lain merupakan negara bagian budak. Di sisi lain apabila wilayah Missouri tersebut diterima di wilayah selatan alias sebagai negara budak maka nantinya akan terjadi hal yang sebaliknya.

 

Namun pada akhirnya wilayah Missouri diterima di wilayah selatan  dan masalah sosial yang terjadi tersebut akhirnya selesai di tahun 1821 silam. Tetapi di tahun 1830an pada akhirnya ada banyak sekali orang yang menyuarakan untuk menghapus aktivitas perbudakan. Hal ini tidak lain karena semakin banyak gerakan abolisionisme yang muncul di negara bagian bebas atau wilayah utara tadi. Hingga pada akhirnya suara penolakan terhadap aktivitas perbudakan itu tadi semakin memanas ditahun 1852 seiring munculnya sebuah novel yang berjudul Uncle Tom’s Cabin. Dimana isi novel tersebut menceritakan penderitaan yang dialami oleh seorang budak berkulit hitam yang menjadi semakin kompleks dan juga dilematis


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *